11 Mei 2015

Belajar Atri Hidup Dari Sang Sopir Angkot

Posted by Kaka Dens K 15.33 , under | No comments

Oleh: Meirna Nurdini Thomas.

Perjalanan pagi ini kembali menyenangkan
Maha Suci Allah yang selalu mempertemukanku dengan orang2 yang memberi hikmah...
Turun dari angkot Ciroyom-Bumi Asri kulanjutkan perjalanan dengan angkot Elang Gedebage dari bunderan Cibeureum.
Angkot masih kosong, aku langsung maping
Pengemudi tua, umurnya pasti lebih dari 70 tahun, tersenyum, dan langsung menjalankan kendaraannya...pelan, tidak tergesa... dengan pantofel hitam berkaus kaki...rapi...

Tiba di jalan Pasirkoja seorang anak kecil naik...
Dan tidak jauh kemudian angkot berhenti. Sesorang dari luar memberikan sebotol air minum kemasan. Angkot melaju lagi, bapak tua sopir tadi memasukan botol minuman tadi ke laci di dashboard...
"air ini enggak saya minum, Neng. Haram....kenapa haram? karena bukan dari hasil jual beli atas kesepakatan...tapi pemaksaan. Filosopi jual beli adalah si pembeli membutuhkan, dan penjual memiliki barang yang kita butuhkan. Ini, saya tidak butuh, karena saya bawa minum dari rumah...ini namanya jual paksa... tapi yaaa bapak mah ikhlas aja, karena rejeki bapa sudah diatur oleh Allah...tidak akan berkurang karena itu..."
Aku rada melongo....dan mengangguk2....

Jalan hampir melewati prempatan Kebon Kelapa, anak kecil tadi turun dan hanya memberikan mungkin 2 kepingan lima ratus rupiah...pak sopir langsung menerima dan tidak berupaya untuk menagih kekurangannya...
"dasar anak-anak, dimaklum ya pak..." kataku kepada pak sopir....
"anak itu enggak salah neng... namanya anak-anak tergantung bagaimana ajaran orangtuanya...gak apa-apa...kan rejeki bapak mah sudah diatur oleh Allah"....
hmmmmm speechless...ngangguk-ngangguk lagi...

"bapak umur berapa? koq masih nyopir angkot? enggak capek pak?"
jawabnya " umur bapak 72, Neng"
terus bapak itu mengeluarkan dompet, dan memperlihatkan KTP dan Kartu Pensiunan...namanya Yusuf Supriyatna, kelahiran 1943, pensiunan TNI Angkatan Darat...."Alhamdulillaah, selalu dikasih sehat oleh Allah, namanya kerja ngeluarin tenaga pasti fisik mah capek, tapi sepanjang kita ikhlas insyaallah sehat terus...namanya ikhtiar kita harus sabar dan ikhlas...dan yang utamanya adalah harus yakin kepada Allah...kalo kita tidak yakin, percuma...pasti yang kita dapat hanya capek...dan jangan lupa ngado'a..."
Ngangguk2 lagi aja...
"kenapa harus berdo'a, karena Allah sudah menjanjikan..."ud'uni astajib lakum, Qur'an Surat Al Mukmin ayat 60...berdo'alah kamu kepada-Ku, niscaya akan Ku-kabulkan"....
sepertinya mukaku tadi sempat memerah malu....

"berbekal ayat itu kita harus yakin...tapi juga harus sabar, karena kita tidak pernah tau kapan Allah akan mengabulkan...bisa langsung saat itu juga, bisa ditunda beberapa saat dan ada juga yang ditunda sampai di akhirat nanti....kita tidak pernah tau, itu mah hak prerogatif Allah...kewajiban kita hanya ikhtiar, berdo'a, sabar dan ikhlas, dan jangan lupa bersyukur ketika sudah dikabulkan..."
hmmmm...

"jadi, ngaji itu jangan hanya sekedar membaca tulisan arab, atau membaca tafsirnya saja...tapi juga harus dicari hikmahnya, diyakini dalam hati dan diterapkan di kehidupan nyata..."

"bapak tidak pernah merasakan kesusahan hidup, Neng...kuncinya sholat lima waktu jangan ditinggalkan...dan kalau kita ada permintaan sama Allah, minta lah sehabis sholat, sehabis tahajjud, dan lakukan sholat hajat...moal henteu, pasti di ijabah oleh Allah..."

"ada waktu-waktu yang diistimewakan oleh Allah kapan berdo'a akan diijabah....ada juga tempat-tempat yang diistimewakan oleh Allah, ada bilangan2, ada bacaan-bacaan...itu betul Neng, contoh kecil aja, ubi Cilembu, hanya bisa ditanam dan dipanen sesuai hasilnya hanya yg ditanam di Cilembu, coba ditanam di tempat lain, tidak sama hasilnya...itu karena Allah memberikan keistimewaan kpd tanah di Cilembu....eta mah anging Alloh nu uninga, urang mah tinggal ngalakonan....."

sambil ngobrol, beberapa penumpang turun naik, dan tidak sekalipun si bapak mengecek ongkosnya sesuai atau tidak...langsung dimasukkan ke kantong uang yang disimpan di bawah tempat duduknya...
tidak sekalipun juga bapak itu ngetem atau bahkan menyalip angkot di depannya..."rejeki bapak mah moal kamana, Neng, sudah ditetapkan oleh Allah, tidak akan bertambah kalau bapak ngebut dan nyalip-nyalip angkot lain juga... dan tidak akan berkurang kalaupun disalip orang lain...."
hmmmmm....

Seorang nenek turun di jl Srimahi dengan kondisi mobil agak mepet ke tepi sehingga tangan si penumpang hanya sedikit nyembul di kaca...dengan susah payah bapak sopir tua mengulurkan tangan kanannya menerima ongkos dari si nenek...
"nah...hal kecil seperti ini juga mempengaruhi keberkahan rejeki kita...Allah sudah memberikan rejeki ke bapak dari ongkos penumpang, bapak akan bersusah payah mengulurkan tangan kanan, sebab apa? Allah sudah ngasih rejeki masa kita terimanya pake tangan kiri, gimana mau berkah?..."
hmmmmm.....

"bapak putra sabaraha sareng dimarana?"..
"tilu neng, sadayana guru SMP, nu hiji di Cianjur, nu hiji di Banjaran, nu hiji di Soreang....semuanya sudah berkeluarga...anak soteh ketika mereka belum menikah...kitara na mah anak teh asuheun, atikeun, kawinkeuneun...sesudah mereka menikah mah mereka punya tanggung jawab sendiri sebagai suami, istri sekaligus sebagai orang tua baru...bapak sudah melepaskan tanggung jawab atas mereka, kenapa sebagai pensiunan masih mau nyari nafkah, padahal gaduh pangsiunan? karena pangsiunan mah sanes nafkah, itu mah hak bapak yang dulu disisihkan dan baru dibayarkan sesudah kita pensiun....bapak masih punya istri yang harus bapak nafkahi...jadi bapak masih ngangkot...tapi seminggu hanya dua kali, selebihnya bapak serahkan ke yang lain dengan syarat dia tidak meninggalkan sholat... dari setoran yang dia setor ku bapak dikembalikan lagi, tergantung banyaknya waktu sholat yg dia lewati...kalau tiga kali ya bapak kembalikan 30 ribu...kalau dia pake angkotnya full, bapak kembalikan lima puluh ribu...emutan bapa, kalau dia mau sholat pasti enggak narik penumpang dulu, anggap aja waktu yang terpakai sholat rata-rata membuat 3-4 orang penumpang teu katarik...jadi uang yg mungkin harusnya dia terima bapak kembalikan itung-itung sedekah, dengan begitu sopir tetep untung, sholatnya tetep jalan, dia betah pakai mobil kita, mobil kita dirawat....untungna ngalipet-lipet..."

"bapak yakin dia sholat?"

"kedah husnudzon, Neng... dan kedah yakin....alhamdulillaah, yang pake mobil bapak enggak ganti-ganti....masih orang yang sama, mobil bapak butut-butut oge alhamdulillah tara ngadat"

hmmmmm....

sejatinya, kalau aku masih jauh ke tempat tujuan....pastilah masih banyak obrolan yang sarat dengan nilai-nilai....sayangnya tempat ngelembur sudah di depan mata...
dan yup!!! Bismillaah.... kuniatkan sabar dan ikhlas dalam ikhtiar hari ini...
"saya turun di sini, pak...!!

begitu turun terselip do'a semoga pak Yusuf Supriyatna dan orang-orang yang gigih mencari nafkah selalu mendapat barokah-Nya... Aamiiiin

Subhanallah.
READ MORE - Belajar Atri Hidup Dari Sang Sopir Angkot

22 Apr 2015

Galau Bisa Menyebabkan Gangguan Kejiwaan

Miris, galau sudah menjadi tren bagi kalangan remaja di Indonesia. Padahal galau yang memiliki intensitas yang terlalu sering, bisa mengakibatkan gangguan kejiwaan pada remaja.

Gangguan tersebut dinamakan dengan bipolar, yaitu sebuah bentuk gangguan jiwa yang bersifat episodik atau berulang dalam jangka waktu tertentu. Gangguan ini biasa dimulai dari gejala perubahan mood (suana hati) dan bisa terjadi seumur hidup.
“Remaja yang dikenal sedang mengalami masa-masa galau, memang sangat mudah terserang depresi,” ungkap Dr A. A. Ayu Agung Kusumawardhani, SpKJ(K) Kepala Departemen Psikiatri RSCM.

Seseorang harus jeli melihat gejala bipolar sebagai bentuk penyesuaian diri atau sudah merupakan episode depresi.

“Kita harus lihat apakah itu hanya berupa penyesuaian diri pada keadaan atau kah sudah merupakan episode depresi,” kata Agung saat dalam seminar ‘Gangguan Bipolar: Dapatkah Dikendalikan?’ di Hotel JW Marriott Jakarta, Rabu (25/4).

Episode depresi biasa terjadi pada penderita bipolar, minimal setiap hari selama dua minggu.

“Hal ini dapat terlihat dari perilakunya, yang tidak mau bertemu dengan orang-orang, pesimistik, memikirkan sesuatu yang nihilistik, maka kemungkinan untuk dapat terpicu bipolar 30 persen,” papar Agung.

Perlu dibedakan antara depresi reaktif dan depresi pada gangguan bipolar. Tentu cara membedakannya dengan melakukan serangkaian tes tertentu. Hal ini diucapkan oleh dr.Handoko Daeng, SpKJ(K) Ketua Seksi Bipolar Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), yang saat itu hadir dalam acara seminar.

“Jenis depresi yang berbeda, karena setiap orang pasti dapat merasakan sedih dan pesimis. Namun bila itu terjadi terus menerus atau disebut sebagai episode depresi, maka perlu dikhawatirkan,” jelas Daeng.

Beberapa masalah lain yang perlu diperhatikan adalah gangguan bipolar bisa mengakibatkan bunuh diri bagi penderitanya. Angka bunuh diri yang diakibatkan gangguan bipolar 20 kali lebih tinggi dibanding angka bunuh diri dalam populasi umum tanpa gangguan bipolar, yaitu 21,7 persen dibanding satu persen.

Ia mengatakan, bila dibandingkan dengan penderita skizofrenia, bipolar juga 2-3 kali berpotensi melakukan tindakan bunuh diri. Ada sekitar 10 hingga 20 persen penderita bipolar mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, dan 30 persen lainnya pernah mencoba bunuh diri. (ant/mba)

source:http://www.psikologizone.com/galau-bisa-menyebabkan-gangguan-kejiwaan/065116389
READ MORE - Galau Bisa Menyebabkan Gangguan Kejiwaan

Wanita Lebih Beresiko Kecanduan Facebook

Posted by Kaka Dens K 05.12 , under , , | No comments

Hasil sebuah penelitian baru mengatakan bahwa wanita memiliki potensi lebih besar dari pada pria mengalami kecanduan pada jejaring sosial. Studi tersebut dipublikan dalam Psychological Reports Journal. Penelitian ini dilakukan oleh Cecilie Schou Andreassen, Torbjorn Torsheim, Geir Scott Brunborg, dan Stale Pallesen dari Department of Psychosocial Science University of Bergen, Norway. Para psikolog yang tergabung dalam penelitian ini melibatkan 423 pelajar.

Para peneliti akan mengamati tanda-tanda perilaku adaptif saat mereka menggunakan Facebook. Para peneliti menggunakan sebuah alat ukur yang disebut “Bergen Facebook Addiction Scale”. Alat ukur tersebut dapat mengetahui bagaimana skor adiktif partisipan berdasarkan tingkat penggunaan Facebook. Nilai skala diukur mulai dari skala satu hingga skala lima.

Selain menggunakan alat ukur, para siswa juga diminta memberikan komentar terkait dengan dorongan perasaan mereka untuk menggunakan Facebook. Termasuk saat kegagalan mereka untuk mengakses facebook dan pembatasan pengunaan jejaring sosial tersebut.

 Berdasarkan data yang telah dikumpulkan selama penelitian berlangsung, beberapa peserta menunjukkan tanda-tanda mengalami bentuk kecanduan Facebook. Bentuk adiktif tersebut sama dengan apa yang dialami seseorang yang mengalami kecanduan obat-obatan, alkohol, dan zat kimia lainnya.

 Menurut para peneliti, siswa yang berusia lebih muda memiliki potensi lebih besar mengalami kecanduan jejaring sosial seperti Facebook dibandingkan dengan pelajar yang usianya lebih tua. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, wanita memiliki resiko lebih besar dibanding pria.

 Para peneliti juga menambahkan, seseorang yang mengalami kecemasan atau ketidaknyamanan sosial lebih berpotensi menjadi pengguna setia situs jejaring sosial seperti facebook. Kondisi semacam ini bisa terjadi lantaran mereka merasa diberikan kemudahan untuk menyalurkan perasaan menggunakan teknologi dibandingkan saat berkomunikasi langsung. (kmp/mba)

 Source:http://www.psikologizone.com/wanita-lebih-beresiko-kecanduan-facebook/065116610
READ MORE - Wanita Lebih Beresiko Kecanduan Facebook

Identitas Seseorang Bisa Hilang Saat Membaca Novel


Amerika Serikat, Psikologi Zone – Saat seseorang membaca novel fiksi, tanpa sadar ia akan masuk dalam dunia karakter dalam cerita tersebut. Seseorang dimungkinkan merubah pikiran dan perilaku sesuai dengan karakter dalam cerita fiksi. 

Pernyataan ini merupakan hasil sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Ohio State University dan diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology. Mereka memeriksa apa yang akan terjadi saat orang membaca cerita fiksi. 

Studi tersebut menemukan bahwa orang akan merasakan emosi, keyakinan, pikiran dan tanggapan internal menyerupai salah satu tokoh karakter pada dirinya sendiri. Para peneliti mengatakan, walaupun sementara, dalam sebuah kondisi tertentu, hilangnya pikiran seseorang dimasuki oleh karakter fiksi dapat mengubah perilaku di kehidupan nyata. 

 Penelitian ini melakukan eksperimen yang menemukan bahwa orang yang awalnya mengalami kesulitan mengambil sebuah pilihan, saat ia dihadapkan dengan karakter dalam cerita fiksi, beberapa hari kemudian ia bisa mengambil keputusan itu dengan mudah. “Hal tersebut dapat mengubah Anda tanpa Anda sadari dengan menggabungkan hidupan Anda dengan tokoh karakter yang Anda baca dalam cerita fiksi,” kata Geoff Kaufman, pemimpin penelitian di Ohio State University seperti dilansir dari medindia, Kamis (10/5). 

 Kekuatan yang timbul dari sebuah karakter fiksi dapat juga terjadi sepanjang waktu. Kondisi ini bisa terjadi pada orang yang ingin melupakan identitasnya saat membaca novel. Melalui serangkaian eksperimen, peneliti menyarankan untuk membaca cerita fiksi di balik sebuah cermin. “Semakin banyak Anda diingatkan melalui wujud identitas pribadi, semakin kecil kemungkinan Anda tenggelam ke dalam identitas karakter fiksi yang Anda dibaca,” kata Kaufman. (dtk/mba).

Sumber: http://www.psikologizone.com/identitas-seseorang-bisa-hilang-saat-membaca-novel/065116592
READ MORE - Identitas Seseorang Bisa Hilang Saat Membaca Novel

SCTV ONLINE

Posted by Kaka Dens K 04.52 , under | No comments

READ MORE - SCTV ONLINE

17 Apr 2015

Batik Keris Adalah

Posted by Kaka Dens K 18.39 , under | No comments

Batik Keris adalah sebuah perusahaan yang bermarkas di Sukoharjo, Indonesia.

Perusahaan ini umumnya menghasilkan berbagai macam produk tekstil, seperti baju dan produk kerajinan tangan. Saat ini Batik Keris memiliki lebih dari 27 gerai di seluruh Indonesia.

Pabrik yang bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia melalui pakaian (batik, ikat, lurit, dan lainnya) dan kerajinan ini ingin menjadi perusahaan yang berperan sebagai "Pusat Kerajinan Nusantara". Meskipun produk dari perusahaan ini adalah batik, namun berbagai model batiknya sudah  mengikuti tren, di antaranya koleksi sutra wanita, slim fit collection, teenager, profesional, dan keluarga. Pasar yang dituju oleh Batik Keris adalah target pasar menengah ke atas dan mereka menjual produk mereka dengan harga yang pantas (value for money and quality).

Sebagai perusahaan pelestari budaya bangsa, batik Keris mempunyai misi untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan negeri yang demikian kaya dengan beragam budaya: seni suara, tari, kerajinan, dan pakaian. Negeri yang luar biasa dengan pemandangannya: pegunungan, pantai, laut, flora dan fauna. Dengan rasa syukur yang dalam, keanekaragaman bukanlah lagi pemecah, tapi justru sebagai pemersatu Bangsa Indonesia. Maka, atas apresiasinya yang tinggi, Batik Keris bermisi untuk melestarikan budaya bangsa dengan menggali berbagai seni desain dan pakaian, seni kriya, seni tari, dan seni suara tersebut dengan dengan cara mempopulerkannya di tengah masyarakat sesuai zamannya. Modifikasi/evolusi sangatlah penting agar budaya tersebut dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Toko-toko Batik Keris akan terus mencoba untuk mewakili keindahan beragam budaya Indonesia.

Cara pembuatan batik di perusahaan ini meliputi 2 cara yaitu dengan sistem manual dan dengan mesin. Jika menilik makna kata "batik" itu sendiri, "batik" adalah cara pembuatan kain di mana teknik pewarnaan kain harus menggunakan metode manual tradisional wax-resist dyeing, yang artinya malam digunakan untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Pembuatannya bisa dengan dua metode yaitu, cap dan tulis. Namun, pembuatan secara manual ini memakan waktu yang lebih lama dibanding pembuatan batik print, di mana motifnya didesain dengan menggunakan komputer dan hampir selalu diproduksi dalam jumlah besar dengan mesin.

Sejarah Batik Keris dimulai pada tahun 1947, ketika oleh Almarhum Kasom Tjokrosaputro dan istrinya, Ibu Gaitini, yang setelah menikah, mulai berdagang batik. mereka mengenal dan belajar batik dari orang tua Bapak Kasom Tjokrosaputro. Kemudian mereka membuka toko batik yang bernama "Keris" di Jl. Kom. Yos Sudarso (Jl. Nonongan No. 62) di Solo. Karena adanya perkembangan, mereka mendirikan pabrik bati di daerah Kemlayan, Solo, persisnya di belakang toko Keris.

Batik Keris terus berkembang hingga pada tahun 1970, mereka mendirikan pabrik printing di Kleco, Solo, kemudian pembukaan toko di Sarinah (1972), dan pembukaan kantor pusat dan pabrik di Kelurahan Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Batik Keris akan terus berevolusi untuk terus berkarya dalam industri batik Indonesia yang sesuai jamannya.
READ MORE - Batik Keris Adalah