16 Jan 2015

Para Perampok Professional

Posted by Kaka Dens K 03.31 , under | No comments

Artikel ini saya temukan di beranda FB, Cukup menghibur :D

Selamat Membaca.

Sewaktu perampokan di Guangzhou, China, perampok bank berteriak kesemua orang di bank: "Jangan Bergerak. Uang ini Milik Negara, Hidupmu milikmu." Semua orang di bank menunduk dengan tenang. Ini yang disebut "Konsep Merubah Pikiran" Merubah cara berpikir yang konvensional.

Ketika seorang wanita berbaring di meja secara profokatif, perampok berteriak padanya "Beradablah, Ini perampokan, bukan pemerkosaan!" Ini yang disebut "Professional" fokus hanya kepada apa yang kamu dilatih untuk..

Ketika Perampok kembali kerumah, perampok yang lebih muda (lulusan s2) berkata kepada perampok yang tua (lulusan sd): "Bang, ayo kita hitung berapa yang kita dapat." Perampok yang lebih tua bilang "Bego banget lo. Duitnya banyak gitu lama pasti ngitungnya. Malem ini lihat aja di TV bakal bilang berapa yang kita rampok dari bank!" Ini yang disebut "Pengalaman." Sekarang pengalaman lebih penting dari gelar..!

Setelah perampok pergi, manajer bank bilang pada supervisor bank untuk menelpon polisi secepatnya. Tetapi supervisor berkata: "Tunggu! Ayo kita ambil $10juta dollar dari bank untuk kita dan tambahkan ke $70juta dollar yang sudah diambil dari bank".

Ini yang disebut "Sambil Berenang Minum Air." Merubah keadaan tak baik menjadi keuntungan anda!

Supervisor berkata: " Akan sangat bagus bila ada perampokan setiap bulan."

Ini yang disebut "Membunuh Kebosanan" Kebahagiaan personal lebih penting dari pekerjaan anda.

Keesokan harinya, Berita TV melaporkan bahwa $100juta telah dicuri dari bank. Perampok menghitung dan menghitung, tetapi mereka hanya dapat $20juta dollar. Perampok sangat marah dan komplain "Kita meresikokan hidup kita dan hanya dapat $20juta dollar. Pekerja Bank mengambil $80juta dollar dengan santai. Sepertinya mendingan menjadi teredukasi daripada perampok!"

Ini yang disebut "Pengetahuan bernilai lebih banyak dari emas" Manajer bank tersenyum dan bahagia karena kekalahan di main saham dapat di bayarkan oleh perampokan yang terjadi. Ini yang disebut "Mengambil kesempatan." Berani mengambil resiko!

Jadi siapakah pencuri Sejati dan lebih professional disini?

Please Komen & share!

Sumber : spotlite (Trans 7)

READ MORE - Para Perampok Professional

3 Jan 2015

Menjadi Teladan Yang Baik

Posted by Kaka Dens K 19.18 , under | No comments

Oleh: Dens Kuswandi
Cerita ini cukup panjang, dan saya harap anda mau menyimaknya :D

Saya ingin mengisahkan tentang Dua orang ustadz.

Kisah ini terjadi sekitar 7 tahun yang lalu, dimana saat itu saya masih sangat akrab dengan minuman keras, narkoba, dan pejudian. :(

pada suatu malam saya sedang asyik bermain domino di sebuah terminal tempat kami para preman nongkrong :(
kami tidak bermain judi/taruhan uang waktu itu, makannya kami bermain santai aja di pinggir jalan sambil di temani api ungun yang menyala,

tapi apa yang terjadi? ketika kami sedang asyik bermain domino malam itu, datanglah seorang pria paruh baya dengan menggunakan baju koko dengan menggenggam batu di tangan kanannya, ternyata dia adalah seorang ustadz yang cukup terkenal di daerah tersebut.

dia menghampiri seraya berteriak: Wahai musuh Allah, tidak kah kau tahu bahwa yang kalian perbuat ini adalah perbuatan dosa? dengan tidak segan-segan dia menghampiri kami dan mengobrak-abrik lapak/tempat kami bermain domino, di lemparnya kartu domino tersebut ke tengah jalan dengan tidak henti-hentinya dia mengutuk kami.

memang benar, yang kami lakukan waktu itu adalah perbuatan dosa, hati saya pun mengakuinya,
tetapi kami tidak bisa menerima perlakuan seperti itu walaupun kami salah, terlebih jiwa kami waktu itu masih sangatlah labil dan masih selalu merasa gagah,

tidak menerima perlakuan tersebut, salah satu teman kami (B), memukul ustadz tersebut dan baku hantam pun terjadi, sampai suatu ketika datanglah ketua Geng kami dan melerai kami yang sedang baku hantam dengan ustadz tersebut.

Kejadian itu tidak membuat kami merasa Iba ataupun jera, malah kami semakin membenci para ustadz dan para ulama yang sok suci itu. 

3 hari kemudian, kami berkumpul kembali di terminal tersebut dan bermain domino lagi,sambil bermain kami berharap ustadz yang kemarin menghajar kami datang lagi, dan kami berencana untuk balas dendam, tapi sampai jarum jam mengarah ke angka 23:00 ustadz tersebut tak kunjung datang.

tepat pada jam 24:00 datanglah seorang ulama besar yang cukup terkenal di daerah kami, ulama yang sangat santun dan keilmuannya sudah tidak diragukan lagi,

kami semua terengah-engah, kaget dan takut melihat sang ulama walaupun dia masih jauh dari tempat kami berkumpul.

tak lama kemudian beliaupun datang menghampiri kami sambil tersenyum. :)

Beliau menyapa kami:
Sedang apa kalian berkumpul di sini?, wah asyik rupanya..., sambil tak henti-hentinya dia tersenyum.

badan saya mengigil waktu itu, takut bercampur malu, dan tak sepatah katapun yang bisa keluar dari mulut kami waktu itu.

melihat kami seperti burung hantu yang terus melotot dan tak bisa berbicara, sang ulama pun melanjutkan berbicara:
Kalian kan cuman bertiga, kayaknya masih kurang satu orang ya?
Gimana kalau saya bergabung, biar pas jadi 4 orang. :)

dia berbicara seperti itu sambil mengambil tumpukan kartu domino yang masih berserakan dan merapikannya serta mengocok kartu tersebut, lalu di bagikanlah kartu tersebut kepada kami.

Beliau pun mengambil kartu bagiannya dan kembali berbicara:
Ayo kita main, nggk ada salahnya kan kita main, itung-itung sambil ngeronda.

Melihat sikap sang ulama seperti itu, kami tak bisa berbuat dan berbicara apa-apa.
yang kami rasakan waktu itu hanyalah rasa malu.
berbeda dengan sang ulama  yang terus tersenyum lebar karena kartunya selalu bagus, :D

mungkin sang ulama pun menyadari apa yang kami rasakan waktu itu,
kami bermain sekitar tiga putaran, dan sang ulama pun berpamitan.
Malam itu kami hanya bisa bengong, dan tak lagi banyak bicara.

Perlakuan sang ulama yag santun tersebut membuat kepala saya jadi pusing, hampir setiap malam saya memikirkannya, sifat,sikap dan perkataannya membangkitkan rasa penasaran di dalam hati saya, kenapa beliau bisa bersikap demikian?

dan tak lama kemudian saya memutuskan untuk pergi ke PONTREN tempat beliau tinggal dan mengajar, 
Tepat adzan ashar saya tiba disana, dan saya pun memutuskan untuk shallat berjamaah disana.
Dasar waktu itu saya PREMAN kampung yang tak tau tempat, saya datang ke PONTREN dengan menggunakan celana jeans yang lututnya bolong-bolong :D ,  alhasil semua santri-santriwati disana menujukan pandangannya ke arah saya, 

Saya heran, kenapa mereka memandangi saya? karena saya merasa tidak ada yang salah dengan penampilan saya, malahan saya merasa cool ;v

lalu datanglah santri yang sudah dewasa menghampiri saya, dia bertanya: 

Santri: Mas mau kemana?
Saya: ya saya mau shallat, memang tidak boleh?
Santri: Maaf mas, bukannya tidak boleh, tapi ini masjid, bukannya terminal.

dia berbicara seperti itu sambil memandang celana saya yang bolong-bolong.
Alhasil semua santri pun menertawakan saya.

mendengar perkataan santri tersebut saya pun merasa marah dan merasa malu karena di tertawakan banyak orang, serasa pengen tonjok aja tuh mulut si satri.

tapi tak lama kemudian datanglah sang ulama yang beberapa hari lalu bermain domino bersama saya,
beliau menyapa saya sambil tersenyum, Hai Asalamualaikum Dens. Wah ternyata dia tau nama saya.
mungkin saya cukup terkenal juga waktu itu, bahkan kalangan ulama pun tau nama saya.  Heheheeh...!!!

dengan senyum lebar saya menghampiri beliau lalu  mencium tangannya, dan saya langsung melaporkan perbuatan santrinya tersebut yang telah mempermalukan saya.

beliau berkata: Memang betul Dens, ini masjid, bukannya terminal, hendaklah kamu mengenakan pakaian yang layak untuk diajak ke masjid, Kata-kata nya sama seperti santrinya, tapi entah mengapa walaupun perkataannya sama tapi saya tidak merasa tersinggung, mungkin cara dan konotasinya yang berbeda.

beliaupun memerintahkan salah satu santrinya untuk mengambilkan sarung untuk saya.
dan kami pun langsung shallat berjamaah waktu itu.

Setelah selesai melaksanakan shallat saya pun langsung menghampiri beliau dan bertanya.
Ustadz, kenapa waktu itu anda bermain domino bersama kami? bukankah itu perbuatan yang dilarang Agama?

Sang ulama menjawab: Memang betul, berjudi adalah perbuatan yang dilarang Agama, tapi malam itu saya bermain domino bukan karena ingin mencari kesenangan, melainkan karena suatu tujuan.

Saya: Tujuan Apa ustadz?
Ulama: Tujuan agar kamu mau mampir ke PONTREN ini.

beliau berbicara sambil menatap mata saya dengan tajam dan tak henti-hentinya beliau tersenyum.

tak banyak yang dia ucapkan waktu itu, tapi perkataan beliau sangatlah bermakna untuk saya.
dan saya pun menyimpulkan, ulama ini memang benar-benar sudah mapan ilmunya.

Beliau ingin melawan kebatilan tapi dengan cara yang sangat lembut, dengan cara mengambil simpati dari orang-orang, bukan dengan cara yang arogan seperti yg di lakukan ustadz yang pertama tadi saya ceritakan.

dan setelah beberapa tahun ini saya pun mendalami islam, dan memang benar Rasulullah pun selalu menggunakan cara-cara yang lembut terlebih dahulu, dan jalan pereang itu adalah jalan terakhir.

bahkan ada satu hadis nabi yang menerangkan, Hancurnya Ka'bah itu lebih mudah di mata Allah ketimbang matinya satu orang muslim.

Hadist tersebut dapat kita simpulkan, betapa mulia nya seorang muslim di mata Allah, jadi apa hak kalian sebagai ustadz yang baru tau ilmu Agama sepotong-sepotong untuk menjatuhkan harga diri seorang muslim? menghina, mencaci maki, mengolok-olok orang-orang yang berbuat batil, 

seolah-olah kalian adalah hakim Agung di dunia ini dan di Akhirat nanti, Padahal sesungguhnya Hanya Allah lah hakim yang seseungguhnya, Hanya Allah yang maha mengetahui dan maha adil.

Bukankah Khalifah Ali Bin Abi thalib pernah bersabda.
"Janganlah engkau tergesa-gesa mencela seseorang karena dosanya. Sebab, barangkali dosanya telah diampuni. Dan janganlah engkau merasa aman akan dirimu karena suatu dosa kecil. Sebab, barangkali engkau akan diazab karena dosa kecilmu itu".

Jadi sampaikanlah tujuan baikmu dengan cara yang baik pula
Wallahualam Bissawab
READ MORE - Menjadi Teladan Yang Baik

Toleransi Menyikapi Malam Tahun Baru

Posted by Kaka Dens K 17.42 , under | No comments

Oleh: Dens Kuswandi

Belakangan ini banyak teman-teman yg konflik gara-gara perbedaan pendapat tentang MALAM PERGANTIAN TAHUN

Sebagai umat musim saya memiliki pandangan, dan ini menurut pandangan pribadi saya. mohon saran dan masukannya jika memang terdapat banyak kesalahan di dalamnya.

Tahun baru memang tidak termasuk salah satu hari raya Islam sebagaimana ‘Iedul Fitri, ‘Iedul Adha ataupun hari Jum’at. Bahkan hari tersebut tergolong rangkaian kegiatan hari raya orang-orang kafir yang tidak boleh diperingati oleh seorang muslim.

Seorang muslim yang ikut-ikutan merayakan tahun baru akan tertimpa banyak keburukan, diantaranya:
1. Merupakan salah satu bentuk tasyabbuh (menyerupai) dengan orang-orang kafir yang telah dilarang oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.
2. Ikhtilath (campur baur) antara pria dan wanita seperti yang kita lihat pada hampir seluruh perayaan malam tahun baru bahkan sampai terjerumus pada perbuatan zina, Na’udzubillahi min dzaalika…
3. Pemborosan harta kaum muslimin, karena uang yang mereka keluarkan untuk merayakannya (membeli makanan, bagi-bagi kado, meniup terompet dan lain sebagainya) adalah sia-sia di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Serta masih banyak keburukan lainnya baik berupa kemaksiatan bahkan kesyirikan kepada Allah. Wallahu a’lam…

Tapi Melakukan amal ketaatan seperti dzikir, membaca Al Qur’an, dan sebagainya di malam tahun baru ya di tujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT bukanlah perbuatan bid’ah yang menyesatkan.

Rasulullah pun memang tidak pernah mengajarkan kita untuk mengikuti kebiasaan orang Kafir, Tapi dari beberapa kisah Rasulullah yg pernah saya baca, Rasulullah pun tidak pernah mengajarkan kita untuk membenci seorang kafir.

Terlebih pada seorang kafir yg tidak membahayakan aqidah kita.
Salah satu kisah yg sangat terkenal mengenai kebesaran Hati Rasulullah adalah: ketika beliau setiap hari memberi makan bahkan menyuapi seorang "PENGEMIS BUTA-NON MUSLIM" yg berada di sudut pasar Madinah Al Munawarah. yang bahkan setiap hari pengemis buta tersebut menghina Rasulullah SAW.

dari kisah itu kita bisa menyimpulkan, bahwa Rasulullah sangat menjunjung tinggi rasa toleransi. walaupun Rasulullah tidak pernah mengambil manfaat dari Pengemis Tersebut.
Sebagai orang yang masih tau malu, saya sangat menyeesalkan adalah ketika kita saat ini membenci orang-orang kafir yang bahkan tidak memusuhi kita, padahal kita telah banyak memanfaatkan jasa orang-orang Non-Muslim tersebut

Contoh: Kita benci orang Non Muslim tetapi kita masih pake Facebook
Mungkin kita tahu nama-nama tenar berikut ini.
Benjamin franklin - Sang Penemu Listrik
Thomas alva edison - Penemu bola lampu.
Mark Zuckerberg - penemu Facebook,
Bill Gates - pendiri Microsooft
Larry Page dan Sergey Brin - penemu Google
Andrew Grove - pendiri Intel
Andy Rubin pendiri - Android

Hampir setiap hari kita memakai jasa mereka, bahkan kita bisa bersilaturahmi dengan para sahabat dan keluarga, bahakan tidak sedikit dari para ulama yg menggunakan media sosial BUATAN ORANG KAFIR sebagai sarana untuk berdakwah.
Saya tidak bermaksud untuk menyarankan teman-teman agar mencintai dan mengikuti kebiasaan mereka yg bertolak belakang dengan ajaran Agama kita, tapi
marilah kita tingkatkan rasa toleransi sesama umat beragama.

Jika kita tidak mau mengikutinya, Maka tinggalkanlah, dan jangan kita mengolok-olok mereka.
Islam Itu Rahmatan Lil Alamin
Islam tidak pernah mengajarkan untuk saling membenci dan mengolok-olokan suatu kaum, seperti yg terdapat pada (QS. AI-Hujarat :11)

"Marilah kita hidup berdampingan dengan tidak saling membenci dan tidak ada paksaan untuk saling bertukar pakaian"

Wallahualam Bissawab
READ MORE - Toleransi Menyikapi Malam Tahun Baru

21 Nov 2014

BISNIS ADALAH PERANG

Posted by Kaka Dens K 23.55 , under | No comments

Bisnis sesuatu yang sangat menarik jika kita perhatikan lebih mendalam.
Terlebih jika kita perhatikan sektor marketing didalam sebuah bisnis, 

Bisnis adalah perang, dimana terdaapt strategy, alat-alat tempur, sistem pertahan yang kuat, jenderal yang cerdas dan berani, prajurit yang tangguh, ahli diplomasi dll.

dan di dalam bisnis juga kita wajib negetahui siapa kawan dan siapa lawan kita?

Jika bisnis diibaratkan sebagai perang, maka Anda sebagai pemilik bisnis bisa dianggap sebagai Raja suatu negara atau Jenderal yang menguasai strategi perang.

Kapan Anda bisa dianggap sebagai “Raja”?
Anda dianggap sebagai Raja bila Anda sama sekali tidak mencampuri urusan perang di wilayah Anda. Dalam artian sesungguhnya, Anda lepas tangan dari urusan marketing bisnis Anda. Anda mungkin lebih suka menyerahkannya kepada marketer atau ahli pemasaran Anda. Dengan kata lain, Anda tidak mengetahui kondisi dan situasi pemasaran Anda.

Namun Anda dianggap seorang Jenderal apabila urusan pemasaran masih menjadi tanggung jawab Anda. Anda tahu persis bagaimana situasi bisnis Anda, situasi bisnis kompetitor, dan “senjata” apa saja yang bisa digunakan beserta prajuritnya.

Sun Zi menuliskan bahwa Raja dan Jenderal harus bersatu agar bisa memenangkan peperangan. Artinya, jika Anda ingin memenangkan persaingan, Anda harus bersatu dengan marketer Anda. Dalam perang, Sun Zi menyarankan bahwa Raja yang tidak mengetahui apa-apa mengenai kondisi lapangan agar menyerahkan urusan tersebut kepada Jenderal-nya. Misalnya Raja memerintahkan untuk menyerang, padahal tidak paham taktik perang yang sedang dijalankan.


5 Strategi

Jika ingin bersaing dengan kompetitor, Anda harus membandingkan terlebih dahulu keadaan musuh atau saingan Anda dengan keadaan kita sendiri, barulah bisa memprediksi akan menang atau kalah dalam persaingan.
Sun Zi juga mengajarkan hal seperti ini dalam bukunya, yang menurut saya mirip dengan strategi double SW-ing dimana kita membandingkan keunggulan bisnis kompetitor dengan bisnis kita sendiri. Saya hanya akan membahas 5 saja yang betul-betul berhubungan dengan bisnis.

1. Raja siapa yang lebih bijaksana?
Apakah pemilik bisnis dari kompetitor Anda adalah seorang yang tamak, penuh obsesi dan egois? Jika ya, manfaatkan kelemahan tersebut untuk mengungguli mereka. Musuh yang tamak harus diberi umpan untuk memikat mereka, begitu kata Sun Zi.

2. Jenderal mana yang lebih berbakat?
Perhatikan strategi pemasaran kompetitor Anda, lebih efektif yang mana dengan strategi pemasaran yang diberikan marketer Anda?

3. Siapa yang lebih diuntungkan dalam lokasi?
Lokasi dalam bisnis menentukan marketing bisnis Anda. Ingat 4P? Price, product, place, dan promotion. Tempat usaha juga termasuk faktor marketing dalam bisnis. Apakah kompetitor Anda lebih diunggulkan dalam lokasinya?

4. Prajurit siapa yang lebih terlatih?
Di dalam bisnis, karyawan bisa diibaratkan sebagai prajurit. Bila karyawan Anda tidak cukup rajin, atau tidak mengembangkan keterampilannya dalam bekerja, maka Anda harus berhati-hati. Karyawan juga mempunyai pengaruh dalam kemajuan bisnis Anda. Jika karyawan Anda loyal, bekerja cepat dan efisien, tentu akan memberikan dampak positif pada bisnis Anda.

5. Siapa yang lebih lengkap peralatan perangnya?
Dalam bisnis, bisa jadi amunisi Anda lebih unggul untuk bersaing dengan kompetitor. Amunisi ini bisa berarti jaringan atau network Anda, dana atau budget yang Anda miliki untuk kegiatan marketing, produk yang lebih baik dari kompetitor, hingga marketing tools yang dimiliki oleh perusahaan Anda.


Buku “Seni Perang Sun Zi” ini telah adadalam berbagai versi dan terjemahan, serta telah diaplikasikan ke berbagai elemen bisnis dari mulai marketing, manajemen, dan lain-lain. Bahkan telah ada versi komiknya, sehingga lebih enak dan menyenangkan untuk dibaca dibandingkan dengan versi aslinya yang masih berupa setumpuk bambu.
READ MORE - BISNIS ADALAH PERANG

16 Okt 2014

Belajar Memahami Orang Lain

Posted by Kaka Dens K 01.24 , under | No comments

Sebelum baca mau ngasih tau dulu kalo thread ini ada sambungannya sama artikel yang ini:
http://kakadens.blogspot.com/2014/10/4-tipe-kepribadian-manusia-dalam-dunia.html

__________________________________________
Tiap saat kita berhadapan dengan bermacam-macam situasi. Terutama ketika berhubungan dengan orang lain.

Sebagai pemimpin, mengertikah kita bagaimana cara `membakar’ motivasi para pegawai kita? Sebagai ibu, kita sering bingung nggak habis pikir plus pusing oleh watak keras kepala anak-anak kita. Tak jarang pula, sebagai suami kita terus-terusan bertengkar dengan istri yang padahal juga kita sayangi dan cintai. Adakah ‘zat kimia’ tertentu atau pola tertentu yang mempengaruhi sifat, sikap, serta reaksi kita, dan itu terasa dalam menghadapi berbagai situasi…? Sehingga, kita bisa lebih berdamai dan mengerti mengapa semua reaksi itu terjadi. Bukankah akan lebih nikmat hidup ini kalau kita satu sama lain saling memahami?

Florence Litteur, penulis buku terlaris Personality Plus menguraikan, ada empat pola watak dasar manusia. Kalau saja semua sudah kita pahami, kita akan sangat terbantu sekali dalam berhubungan dengan orang lain. Kita akan jadi mengerti mengapa suami kita tiba-tiba marah sekali ketika meja kerjanya yang berantakan kita atur rapi. Kita juga akan mudah memahami mengapa pegawai kita gampang sekali berjanji… Dan hebatnya, dengan mudah pula ia melupakannya. “Oh ya, saya lupa,” katanya sambil tertawa santai. Kita juga akan mudah mengerti mengapa istri kita tidak mau dengar sedikit pun mendengar pendapat kita, tak mau kalah, cenderung mempertahankan diri, selalu merasa benar dengan pendapatnya, dan makin sengit bertengkar kalau kita mau coba-coba untuk mengalahkannya.

Menurut Florence, golongan watak pertama adalah sanguinis, “yang populer”. Mereka ini cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.

Namun, orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir ‘pendek’, dan hidupnya serba tak beraturan. Jika suatu kali Anda lihat meja kerja pegawai Anda cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia sanguinis. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji, apalagi bikin planning/rencana. Namun, kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apa pun juga.

Lain lagi dengan tipe kedua, golongan watak melankolis, “yang sempurna”. Agak berseberangan dengan si sanguinis. Cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, dan tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka, dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan. Namun, orang melankolis cenderung menganalisis, memikirkan, dan mempertimbangkan. Lalu, kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul merupakan hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.

Orang melankolis selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita Anda yang ‘melankolis’ tidak akan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan, jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah disusun istri ‘melankolis’ Anda. Sebab, betul-betul ia tata apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, dan klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain.

Ketiga, adalah manusia koleris, “yang kuat”. Mereka ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan, tamu pun bisa saja ia ‘suruh’ melalukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang ‘bossy’ itu membuat orang-orang koleris tidak punya banyak teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tak jadi ‘korban’ karakternya yang suka ‘ngatur’ dan tak mau kalah itu.

Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya rasa, “Hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua.” Karena itu mereka sangat goal oriented, tegas, kuat, cepat, dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “Ya pasti jadi…!” maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah.

Hal ini berbeda sekali dengan jenis keempat, yaitu sang flegmatis atau “cinta damai”. Kelompok ini tidak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri tidak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya tidak terus berkepanjangan.

Kaum flegmatis kurang bersemangat, kurang teratur, dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang flegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang sanguinis.

Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para flegmatis ini. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan”. Jadi kalau Anda punya staf atau pegawai flegmatis, Anda harus rajin memotivasi sampai ia termotivasi sendiri. Mencoba Mengerti Orang Lain
Nah, sekarang Anda masuk golongan mana? Coba amati istri, suami atau anak-anak Anda. Jangan-jangan Anda sekarang mulai mengerti mengapa suami, istri, anak, atau rekan Anda bertingkah laku “seperti itu” selama ini. Dan, Anda pun akan tertawa sendiri mengingat-ingat berbagai perilaku dan kejadian selama ini.

Ya, tapi apakah persis begitu? Tentu saja tidak. Florence Litteur, berdasarkan penelitiannya bertahun-tahun telah melihat bahwa ternyata keempat watak itu pada dasarnya juga dimiliki setiap orang. Yang beda hanyalah ‘kadarnya’. Oleh sebab itu muncullah beberapa kombinasi watak manusia.

Ada orang yang tergolong koleris-sanguinis. Artinya kedua watak itu dominan sekali dalam mempengaruhi cara kerja dan pola hubungannya dengan orang lain. Di sekitar kita banyak sekali orang-orang tipe koleris-sanguinis ini. Ia suka mengatur-atur orang, tapi juga senang bicara (dan mudah juga jadi pelupa).

Ada pula golongan koleris-melankolis. Mungkin Anda akan kurang suka bergaul dengan dia. Bicaranya dingin, kalem, baku, suka mengatur, tak mau kalah dan terasa kadang menyakitkan (walaupun sebetulnya ia tidak bermaksud begitu). Setiap jawaban Anda selalu ia kejar sampai mendalam. Sehingga kadang serasa diintrogasi, sebab memang ia ingin sempurna, tahu secara lengkap dan agak dingin. Menghadapi orang koleris-melankolis, Anda harus pahami saja sifatnya yang memang ‘begitu’ dan tingkatkan kesabaran Anda. Yang penting sekarang Anda tahu, bahwa ia sebetulnya juga baik, namun tampak di permukaan kadang kurang simpatik, itu saja.

Lain lagi dengan kaum flegmatis-melankolis. Pembawaannya diam, tenang, tapi ingat… semua yang Anda katakan akan ia pikirkan, ia analisis. Lalu, saat mengambil keputusan pastilah keputusannya berdasarkan perenungan yang mendalam dan ia pikirkan matang-matang.

Banyak lagi tentunya kombinasi yang ada pada tiap manusia. Akan tetapi yang penting adalah bagaimana memanfaatkannya dalam berbagai aktivitas hidup kita. Jika suami istri saling mengerti sifat dan watak ini, mereka akan cenderung berusaha ‘memaafkan’ pasangannya. Lalu, mereka akan berusaha untuk menyikapinya perbedaan watak itu secara bijaksana.

Begitu pula saat menerima calon pegawai. Untuk bidang-bidang yang membutuhkan tingkat ketelitian dan keteraturan yang tinggi, jauh lebih baik bila Anda tempatkan orang-orang yang melankolis sempurna. Sedang di bagian promosi, iklan, resepsionis, MC, humas, wiraniaga, tentu jauh lebih tepat anda tempatkan orang-orang sanguinis. Lalu jangan posisikan orang-orang flegmatis di bagian penagihan ataupun penjualan. Hasilnya pasti akan amat mengecewakan.

Begitulah, manusia memang amat beragam. Muncul sedikit tanda tanya, di antara semua watak itu, mana yang paling baik? Jawabannya, menurut Florence, tak ada yang paling baik. Semuanya baik. Tanpa orang sanguinis, dunia ini akan terasa sepi. Tanpa orang melankolis, mungkin tak ada kemajuan di bidang riset, keilmuan, dan budaya. Tanpa kaum koleris, dunia ini akan berantakan tanpa arah dan tujuan. Tanpa sang flegmatis, tiada orang bijak yang mampu mendamaikan dunia.

Yang penting bukan mana yang terbaik. Sebab kita semua bisa mengasah keterampilan kita berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill). Seorang yang ahli dalam berurusan dengan orang lain, ia akan mudah beradaptasi dengan berbagai watak itu. Ia tahu bagaimana menghadapi sifat pelupa dan watak acaknya kaum sanguinis, misalnya dengan memintanya untuk selalu buat rencana dan memintanya melakukan segera. Ia jago memanas-manasi (menantang) potensi orang koleris mencapai goal-nya, atau `membakar’ sang flegmatis agar segera bertindak saat itu juga. “Inilah seninya dalam berinteraksi dengan orang lain,” kata Florence. Tentu saja awalnya adalah, “Anda dulu yang harus berubah.” Belajarlah jadi pengamat tingkah laku manusia…(lalu tertawalah)![ni]

From:
1stthink1st[dot]wordpress[dot]com


Seni Menjadi Pedagang Online 468x60
READ MORE - Belajar Memahami Orang Lain

4 Tipe Kepribadian Manusia Dalam Dunia Psikologis

Posted by Kaka Dens K 00.58 , under | No comments

Dlm dunia psikologi, dikenal yg namanya 4 tipe kepribadian: Sanguinis, Melankolis, Koleris & Plegmatis, atau ada jg yg langsung mengkategorikannya sesuai dgn sifat dominan masing2 tipe, yaitu: Sanguinis Populer, Melankolis Sempurna, Koleris Kuat & Plegmatis Damai. nah trus saya & anda termasuk yg mana? sok atuh disimak yg berikut ini









KOLERIS pada umumnya mempunyai:
KEKUATAN:
* Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif
* Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan
* Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target
* Bebas dan mandiri
* Berani menghadapi tantangan dan masalah
* "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini".
* Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat
* Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas
* Membuat dan menentukan tujuan
* Terdorong oleh tantangan dan tantangan
* Tidak begitu perlu teman
* Mau memimpin dan mengorganisasi
* Biasanya benar dan punya visi ke depan
* Unggul dalam keadaan darurat

KELEMAHAN:
* Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)
* Senang memerintah
* Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai
* Menyukai kontroversi dan pertengkaran
* Terlalu kaku dan kuat/ keras
* Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik
* Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci
* Sering membuat keputusan tergesa-gesa
* Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain
* Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan
* Workaholics (kerja adalah "tuhan"-nya)
* Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf
* Mungkin selalu benar tetapi tidak populer

kalau MELANKOLIS:
KEKUATAN:
* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal
* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
* Sensitif
* Mau mengorbankan diri dan idealis
* Standar tinggi dan perfeksionis
* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)
* Hemat
* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)
* Kalau sudah mulai, dituntaskan.
* Berteman dengan hati-hati.
* Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
* Sangat memperhatikan orang lain

KELEMAHAN:
* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
* Mengingat yang negatif & pendendam
* Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah
* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan
* Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah
* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)
* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan
* Hidup berdasarkan definisi
* Sulit bersosialisasi
* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya
* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)
* Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)
* Memerlukan persetujuan

kalau PLEGMATIS:
KEKUATAN:
* Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
* Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
* Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
* Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
* Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
* Penengah masalah yg baik
* Cenderung berusaha menemukan cara termudah
* Baik di bawah tekanan
* Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan
* Rasa humor yg tajam
* Senang melihat dan mengawasi
* Berbelaskasihan dan peduli
* Mudah diajak rukun dan damai

KELEMAHAN:
* Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru
* Takut dan khawatir
* Menghindari konflik dan tanggung jawab
* Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
* Terlalu pemalu dan pendiam
* Humor kering dan mengejek (Sarkatis)
* Kurang berorientasi pada tujuan
* Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
* Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat
* Tidak senang didesak-desak
* Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

kalau SANGUINIS:
KEKUATAN:
* Suka bicara
* Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif
* Antusias dan ekspresif
* Ceria dan penuh rasa ingin tahu
* Hidup di masa sekarang
* Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)
* Berhati tulus dan kekanak-kanakan
* Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)
* Umumnya hebat di permukaan
* Mudah berteman dan menyukai orang lain
* Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian
* Menyenangkan dan dicemburui orang lain
* Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)
* Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan
* Menyukai hal-hal yang spontan

KELEMAHAN:
* Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)
* Membesar-besarkan suatu hal / kejadian
* Susah untuk diam
* Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)
* Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele
* RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)
* Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)
* Mudah berubah-ubah
* Susah datang tepat waktu jam kantor
* Prioritas kegiatan kacau
* Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas
* Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya
* Egoistis
* Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama
* Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money".


LANJUTKAN MEMBACA BELAJAR MEMAHAMI ORANG LAIN
dari: sahabatjiwa.multiply.com
READ MORE - 4 Tipe Kepribadian Manusia Dalam Dunia Psikologis