1 Sep 2015

Google Rubah Logo Lagi | Perubahan Logo Google Dari Tahun 1998 - 2015

1 September 2015, setelah 17 tahun raksasa internet ini kembali merubah logonya untuk ke 7 kalinya. mungkin tidak banyak yang tahu tentang beberapa perubahan logo dari google, dan itu sangat lah wajar, karena dari beberapa perubahan desain Logo Google selalu memberikan bentuk dan warna yang khas.

Mau tau perubahan google dari semenjak di dirikan hingga sekarang?
Berikut Ulasannya:

Perubahan Logo Google Pertama

Pada tahun 1998 Larry Page dan Sergey Brin menggunakan logo ini sebagai proyek kelulusan mereka di Universitas Stanford.



Perubahan Logo Google Yang Ke Dua
Pada tanggal 30 Agustus tahun 1998, Tim menghadiri festival Burning Man dan membuat Doodle pertama yang digunakan sebagai pesan bahwa ia sedang tidak di kantor.


Perubahan Logo Google Ke Tiga


September 1998 Google menjadi google.com dan berbagi rilis beta dengan dunia.




Perubahan Logo Google Ke Empat
Mei 1999, Logo Google tampak lebih mutakhir dengan rupa huruf Catull yang tetap ceria.




Perubahan Logo Google Yang Ke Lima
Mei 2010 Google merubah Logonya tampak semakin terang dan penggunaan bayangan jatuh dikurangi.




Perubahan Logo Google Yang Ke Enam

Pada September 2013 Google kembali merubah Logonya, namun berbeda dengan sebelumnya, logo kali ini tampak datar dengan sedikit penyesuaian tipografi.



Perubahan Logo Google Yang Ke Tujuh (Terbaru).

Dan ini adalah logo Google yang terbaru, "September 2015 " Pihak Google menerangkan bahwa Logo ini menjadi bagian dari keluarga baru yang mencakup titik-titik Google dan ikon 'G'. dan berikut icon G nya. :)

Berikut adalah ulasan mengenai beberepa perubahan Logo Google dari tahun 1998 s.d 2015, apapun yang berubah pada Google, saya pribadi sangat percaya kalau google akan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna setianya.

Sukses selalu Google :)
READ MORE - Google Rubah Logo Lagi | Perubahan Logo Google Dari Tahun 1998 - 2015

30 Agt 2015

Anak Paksa Ibunya yang Sakit Beli iPhone6 untuk Dihadiahkan Pada Kekasihnya

Posted by Kaka Dens K 06.23 , under | No comments


Sungguh Biadab. Seorang anak yang masih berusia 15 tahun memaksa ibunya untuk membeli iPhone 6 Plus 64GB, dan parahnya iPhone itu untuk dijadikan hadiah kepada kekasihnya.

Hal ini diketahui setelah seorang penjaga counter memberitahukan bahwa kemarin dia mendapatkan pelanggan seorang ibu dan anaknya.

Dari pengakuan penjaga counter, si ibu itu kakinya sakit dan pincang saat berjalan, sekilas ibu terlihat tidak kuat untuk melangkah karena kakinya sakit.
   
Dengan ramah, si penjaga counter pun memberikan layanan kepada ibu dan anak yang ingin membeli iPhone ini.
Berikut ini percakapan yang terjadi antara si penjaga counter dengan sang ibu yang sakit dan anaknya:

Aku:- Assalamualaikum makcik, kami ada set handphone, laptop dengan barangan rumah. Ada tiga cara bayaran, cash, kad kredit dan ansuran mudah.
Ibu:- Kalau ansuran mudah macam mana cara dia?
Aku:- Kalau ansuran mudah, sediakan penyata gaji, salinan kad pengenalan dan penyata bank. Kalau malas nak pergi bank buat penyata bank, bagi je nombor akaun, saya buatkan penyata bank. Makcik nak apa, saya kirakan sekali bayaran bulanannya. Paling maksimum bayaran boleh sampai tiga tahun saja.
Anak:- Okay bang, berapa eh sebulan untuk iPhone 6 Plus 64GB dengan Samsung Note 4?
Aku:- *terus ambil kalkulator kira* Okay, kalau dua handphone, RM296 untuk sebulan selama 3 tahun.
(Sambil tersenyum aku tengok, muka makcik itu yang macam resah. Aku tahu makcik tu orang susah).
Anak:- Okay, Ibu jadi eh? Boleh eh?
Ibu:- (Hanya mampu mengangguk mengikut kehendak anak dia)
Aku:- Beli handphone sampai dua, satu siapa punya? Umur adik berapa?
Anak:- Yang Samsung Note 4 itu saya punya, yang iPhone 6 128GB tu saya nak hadiahkan kepada makwe saya bang. Minggu depan hari lahir dia. Umur 15.
Aku:- (Mengucap dalam hati, sambil geleng kepala. Ya Allah, macam ni sekali anak dia buat kat Ibu dia? Ibu dia yang bayar bulan-bulan, senang-senang je anak bagi kat makwe dia).
Ibu dia terus keluarkan dokumen, aku tengok penyata gaji Ibu dia sebulan cuma RM950.
Aku:- Okay makcik, nanti saya proses. Dalam masa seminggu akan dapat jawapan lulus ke tak.
Ibu:- Okay, baik dik. Terima kasih. (Dengan wajah seperti pasrah dengan kehendak anak dia)
Aku:- Sama-sama makcik. Datang lagi. (Aku senyum dengan rasa bersalah tengok keadaan Ibu dia yang kaki tempang berjalan keluar)


Percakapan di atas memang berbahasa Malaysia, karena peristiwa ini memang terjadi di Malaysia, namun menjadi viral di sosial media.

Bayangkan, masih kecil saja anaknya sudah memperlakukan ibunya seperti ini, bagaimana jika si anak kelak sudah besar? Apakah dia masih memperlakukan ibunya begini? Atau bahkan lebih parah?

Dalam batinnya, si penjaga counter pun berdo’a semoga Allah memberikan kekuatan kepada sang ibu, dan dalam penuturannya dia mengaku ingin menangis menyaksikan hal ini.

Untuk semuanya, janganlah memaksakan kehendak kita kepada orang tua kita, kasihani mereka yang berjuang mati-matian mencari nafkah untuk kita.

Silahkan share artikel ini kepada semua temanmu, supaya tidak ada lagi yang memperlakukan ibunya seperti ini.


 
READ MORE - Anak Paksa Ibunya yang Sakit Beli iPhone6 untuk Dihadiahkan Pada Kekasihnya

29 Agt 2015

Live Streaming Liga Inggris

Posted by Kaka Dens K 03.06 , under | No comments

Saksikan live streaming liga inggris GRATIS
READ MORE - Live Streaming Liga Inggris

26 Agt 2015

Jangan Jadikan Sosial Media Sebagai Tong Dampah

Posted by Kaka Dens K 17.06 , under , | No comments

Mengutip dari kata-kata Pak Jumari Haryadi Kohar.

 Jika Facebook atau media sosial ini ibarat sebuah buku tulis, maka isilah dengan tulisan yang menarik dan bermanfaat. Tidak perlu menulisnya ketika pikiran kita sedang tersesat, karena khawatir isinya penuh dengan sumpah serapah.


Menulislah ketika pikiran kita sedang sehat dan mempunyai kata-kata yang ada manfaatnya, minimal untuk diri sendiri. Kata-kata yang tidak beranfaat itu ibarat sampah yang bau dan musti dimasukkan ke dalam tong sampah.

Dan anehnya, masih banyak orang yang justru suka menulis atau memposting sesuatu yang membuat orang lain tersinggung. Menggoreskan sebuah luka hanya akan menimbulkan orang lain kecewa dan membenci kita.

 Sooo... Mulai sekarang, mari kita ubah cara kita bersosialisasi melalui media sosial dengan cara yang tepat. Pikirkan sesuatu yang ada manfaatnya, lalu tulislah ide tersebut menjadi sebuah status yang menginspirasi pembaca. Semakin banyak orang yang mengambil manfaatnya, itu lebih baik daripada mengumbar aib orang lain.


 
READ MORE - Jangan Jadikan Sosial Media Sebagai Tong Dampah

11 Mei 2015

Belajar Atri Hidup Dari Sang Sopir Angkot

Posted by Kaka Dens K 15.33 , under | 2 comments

Oleh: Meirna Nurdini Thomas.

Perjalanan pagi ini kembali menyenangkan
Maha Suci Allah yang selalu mempertemukanku dengan orang2 yang memberi hikmah...
Turun dari angkot Ciroyom-Bumi Asri kulanjutkan perjalanan dengan angkot Elang Gedebage dari bunderan Cibeureum.
Angkot masih kosong, aku langsung maping
Pengemudi tua, umurnya pasti lebih dari 70 tahun, tersenyum, dan langsung menjalankan kendaraannya...pelan, tidak tergesa... dengan pantofel hitam berkaus kaki...rapi...

Tiba di jalan Pasirkoja seorang anak kecil naik...
Dan tidak jauh kemudian angkot berhenti. Sesorang dari luar memberikan sebotol air minum kemasan. Angkot melaju lagi, bapak tua sopir tadi memasukan botol minuman tadi ke laci di dashboard...
"air ini enggak saya minum, Neng. Haram....kenapa haram? karena bukan dari hasil jual beli atas kesepakatan...tapi pemaksaan. Filosopi jual beli adalah si pembeli membutuhkan, dan penjual memiliki barang yang kita butuhkan. Ini, saya tidak butuh, karena saya bawa minum dari rumah...ini namanya jual paksa... tapi yaaa bapak mah ikhlas aja, karena rejeki bapa sudah diatur oleh Allah...tidak akan berkurang karena itu..."
Aku rada melongo....dan mengangguk2....

Jalan hampir melewati prempatan Kebon Kelapa, anak kecil tadi turun dan hanya memberikan mungkin 2 kepingan lima ratus rupiah...pak sopir langsung menerima dan tidak berupaya untuk menagih kekurangannya...
"dasar anak-anak, dimaklum ya pak..." kataku kepada pak sopir....
"anak itu enggak salah neng... namanya anak-anak tergantung bagaimana ajaran orangtuanya...gak apa-apa...kan rejeki bapak mah sudah diatur oleh Allah"....
hmmmmm speechless...ngangguk-ngangguk lagi...

"bapak umur berapa? koq masih nyopir angkot? enggak capek pak?"
jawabnya " umur bapak 72, Neng"
terus bapak itu mengeluarkan dompet, dan memperlihatkan KTP dan Kartu Pensiunan...namanya Yusuf Supriyatna, kelahiran 1943, pensiunan TNI Angkatan Darat...."Alhamdulillaah, selalu dikasih sehat oleh Allah, namanya kerja ngeluarin tenaga pasti fisik mah capek, tapi sepanjang kita ikhlas insyaallah sehat terus...namanya ikhtiar kita harus sabar dan ikhlas...dan yang utamanya adalah harus yakin kepada Allah...kalo kita tidak yakin, percuma...pasti yang kita dapat hanya capek...dan jangan lupa ngado'a..."
Ngangguk2 lagi aja...
"kenapa harus berdo'a, karena Allah sudah menjanjikan..."ud'uni astajib lakum, Qur'an Surat Al Mukmin ayat 60...berdo'alah kamu kepada-Ku, niscaya akan Ku-kabulkan"....
sepertinya mukaku tadi sempat memerah malu....

"berbekal ayat itu kita harus yakin...tapi juga harus sabar, karena kita tidak pernah tau kapan Allah akan mengabulkan...bisa langsung saat itu juga, bisa ditunda beberapa saat dan ada juga yang ditunda sampai di akhirat nanti....kita tidak pernah tau, itu mah hak prerogatif Allah...kewajiban kita hanya ikhtiar, berdo'a, sabar dan ikhlas, dan jangan lupa bersyukur ketika sudah dikabulkan..."
hmmmm...

"jadi, ngaji itu jangan hanya sekedar membaca tulisan arab, atau membaca tafsirnya saja...tapi juga harus dicari hikmahnya, diyakini dalam hati dan diterapkan di kehidupan nyata..."

"bapak tidak pernah merasakan kesusahan hidup, Neng...kuncinya sholat lima waktu jangan ditinggalkan...dan kalau kita ada permintaan sama Allah, minta lah sehabis sholat, sehabis tahajjud, dan lakukan sholat hajat...moal henteu, pasti di ijabah oleh Allah..."

"ada waktu-waktu yang diistimewakan oleh Allah kapan berdo'a akan diijabah....ada juga tempat-tempat yang diistimewakan oleh Allah, ada bilangan2, ada bacaan-bacaan...itu betul Neng, contoh kecil aja, ubi Cilembu, hanya bisa ditanam dan dipanen sesuai hasilnya hanya yg ditanam di Cilembu, coba ditanam di tempat lain, tidak sama hasilnya...itu karena Allah memberikan keistimewaan kpd tanah di Cilembu....eta mah anging Alloh nu uninga, urang mah tinggal ngalakonan....."

sambil ngobrol, beberapa penumpang turun naik, dan tidak sekalipun si bapak mengecek ongkosnya sesuai atau tidak...langsung dimasukkan ke kantong uang yang disimpan di bawah tempat duduknya...
tidak sekalipun juga bapak itu ngetem atau bahkan menyalip angkot di depannya..."rejeki bapak mah moal kamana, Neng, sudah ditetapkan oleh Allah, tidak akan bertambah kalau bapak ngebut dan nyalip-nyalip angkot lain juga... dan tidak akan berkurang kalaupun disalip orang lain...."
hmmmmm....

Seorang nenek turun di jl Srimahi dengan kondisi mobil agak mepet ke tepi sehingga tangan si penumpang hanya sedikit nyembul di kaca...dengan susah payah bapak sopir tua mengulurkan tangan kanannya menerima ongkos dari si nenek...
"nah...hal kecil seperti ini juga mempengaruhi keberkahan rejeki kita...Allah sudah memberikan rejeki ke bapak dari ongkos penumpang, bapak akan bersusah payah mengulurkan tangan kanan, sebab apa? Allah sudah ngasih rejeki masa kita terimanya pake tangan kiri, gimana mau berkah?..."
hmmmmm.....

"bapak putra sabaraha sareng dimarana?"..
"tilu neng, sadayana guru SMP, nu hiji di Cianjur, nu hiji di Banjaran, nu hiji di Soreang....semuanya sudah berkeluarga...anak soteh ketika mereka belum menikah...kitara na mah anak teh asuheun, atikeun, kawinkeuneun...sesudah mereka menikah mah mereka punya tanggung jawab sendiri sebagai suami, istri sekaligus sebagai orang tua baru...bapak sudah melepaskan tanggung jawab atas mereka, kenapa sebagai pensiunan masih mau nyari nafkah, padahal gaduh pangsiunan? karena pangsiunan mah sanes nafkah, itu mah hak bapak yang dulu disisihkan dan baru dibayarkan sesudah kita pensiun....bapak masih punya istri yang harus bapak nafkahi...jadi bapak masih ngangkot...tapi seminggu hanya dua kali, selebihnya bapak serahkan ke yang lain dengan syarat dia tidak meninggalkan sholat... dari setoran yang dia setor ku bapak dikembalikan lagi, tergantung banyaknya waktu sholat yg dia lewati...kalau tiga kali ya bapak kembalikan 30 ribu...kalau dia pake angkotnya full, bapak kembalikan lima puluh ribu...emutan bapa, kalau dia mau sholat pasti enggak narik penumpang dulu, anggap aja waktu yang terpakai sholat rata-rata membuat 3-4 orang penumpang teu katarik...jadi uang yg mungkin harusnya dia terima bapak kembalikan itung-itung sedekah, dengan begitu sopir tetep untung, sholatnya tetep jalan, dia betah pakai mobil kita, mobil kita dirawat....untungna ngalipet-lipet..."

"bapak yakin dia sholat?"

"kedah husnudzon, Neng... dan kedah yakin....alhamdulillaah, yang pake mobil bapak enggak ganti-ganti....masih orang yang sama, mobil bapak butut-butut oge alhamdulillah tara ngadat"

hmmmmm....

sejatinya, kalau aku masih jauh ke tempat tujuan....pastilah masih banyak obrolan yang sarat dengan nilai-nilai....sayangnya tempat ngelembur sudah di depan mata...
dan yup!!! Bismillaah.... kuniatkan sabar dan ikhlas dalam ikhtiar hari ini...
"saya turun di sini, pak...!!

begitu turun terselip do'a semoga pak Yusuf Supriyatna dan orang-orang yang gigih mencari nafkah selalu mendapat barokah-Nya... Aamiiiin

Subhanallah.
READ MORE - Belajar Atri Hidup Dari Sang Sopir Angkot

22 Apr 2015

Galau Bisa Menyebabkan Gangguan Kejiwaan

Miris, galau sudah menjadi tren bagi kalangan remaja di Indonesia. Padahal galau yang memiliki intensitas yang terlalu sering, bisa mengakibatkan gangguan kejiwaan pada remaja.

Gangguan tersebut dinamakan dengan bipolar, yaitu sebuah bentuk gangguan jiwa yang bersifat episodik atau berulang dalam jangka waktu tertentu. Gangguan ini biasa dimulai dari gejala perubahan mood (suana hati) dan bisa terjadi seumur hidup.
“Remaja yang dikenal sedang mengalami masa-masa galau, memang sangat mudah terserang depresi,” ungkap Dr A. A. Ayu Agung Kusumawardhani, SpKJ(K) Kepala Departemen Psikiatri RSCM.

Seseorang harus jeli melihat gejala bipolar sebagai bentuk penyesuaian diri atau sudah merupakan episode depresi.

“Kita harus lihat apakah itu hanya berupa penyesuaian diri pada keadaan atau kah sudah merupakan episode depresi,” kata Agung saat dalam seminar ‘Gangguan Bipolar: Dapatkah Dikendalikan?’ di Hotel JW Marriott Jakarta, Rabu (25/4).

Episode depresi biasa terjadi pada penderita bipolar, minimal setiap hari selama dua minggu.

“Hal ini dapat terlihat dari perilakunya, yang tidak mau bertemu dengan orang-orang, pesimistik, memikirkan sesuatu yang nihilistik, maka kemungkinan untuk dapat terpicu bipolar 30 persen,” papar Agung.

Perlu dibedakan antara depresi reaktif dan depresi pada gangguan bipolar. Tentu cara membedakannya dengan melakukan serangkaian tes tertentu. Hal ini diucapkan oleh dr.Handoko Daeng, SpKJ(K) Ketua Seksi Bipolar Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), yang saat itu hadir dalam acara seminar.

“Jenis depresi yang berbeda, karena setiap orang pasti dapat merasakan sedih dan pesimis. Namun bila itu terjadi terus menerus atau disebut sebagai episode depresi, maka perlu dikhawatirkan,” jelas Daeng.

Beberapa masalah lain yang perlu diperhatikan adalah gangguan bipolar bisa mengakibatkan bunuh diri bagi penderitanya. Angka bunuh diri yang diakibatkan gangguan bipolar 20 kali lebih tinggi dibanding angka bunuh diri dalam populasi umum tanpa gangguan bipolar, yaitu 21,7 persen dibanding satu persen.

Ia mengatakan, bila dibandingkan dengan penderita skizofrenia, bipolar juga 2-3 kali berpotensi melakukan tindakan bunuh diri. Ada sekitar 10 hingga 20 persen penderita bipolar mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, dan 30 persen lainnya pernah mencoba bunuh diri. (ant/mba)

source:http://www.psikologizone.com/galau-bisa-menyebabkan-gangguan-kejiwaan/065116389
READ MORE - Galau Bisa Menyebabkan Gangguan Kejiwaan